salam Pictures, Images and Photos
bismillah Pictures, Images and Photos

Keikhlasan

Alloh subhanahu wa ta`ala, meminta kepada manusia yang ingin benar-benar menjadi hamba-Nya , agar membuktikan penghambaannya hanya kepada diri-Nya semata, tidak mendua dan tidak mensekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Maka seorang hamba yang baik hanya akan beribadah semata-mata demi meraih ridho-Nya. Inilah yang disebut dengan Ikhlas.
وَمَا أُمِرُوا إِلاّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Alloh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus" (QS. Albayyinah : 5)
Keikhlasan memang menjadi syarat diterimanya ibadah, namun disaat yang sama ia membuahkan sekian banyak kebaikan, demikian beberapa buah dari keikhlasan itu…

Pertama : Diterimanya Amalan
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبَلُ مِنْ الْعَمَلِ إِلاّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
“Sesungguhnya Alloh tidak menerima amal kecuali yang ikhlas dan hanya mengharap keridhoan-Nya semata.” ( HR. An-Nasa`i)
Kedua : Meraih Kemenangan dan Existensi
Sesungguhnya salah satu sebab bagi ahlul iman dalam meraih kemenangan melawan para musuh adalah keikhlasan mereka dalam beribadah dan berjuang di jalan Alloh Azza wa jalla. Dalam hal ini Rasulullah bersabda ;
إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ
“Sesungguhnya Allah hanya memenangkan umat ini disebabkan do'a orang-orang lemah dari mereka, shalat mereka dan keikhlasan mereka". (HR. Imam An-Nasa’i)
Keikhlasan adalah sebab utama dari sekian sebab-sebab kemenangan, salafunas shalih, mereka mendapat kemenangan karena kekuatan iman mereka, kebersihan jiwa mereka dan keikhlasan hati mereka dalam beribadah dan perjuangan mereka fi sabilillah.
Ketiga : Bersihnya Hati dari sifat Dengki, Ghil dan Sifat Khianat
Jika keikhlasan bersemayam di hati seseorang, maka keikhlasan itu akan membersihkan hati itu dari kekotorannya, ia akan menjaga dan membentenginya dari berbagai sifat buruk .
Rasulullah saw bersabda
ثَلاثٌ لا يُغِلُّ عَلَيْهِنَّ قَلْبُ مُسْلِمٍ إِخْلاَصُ الْعَمَلِ لِلَّهِ وَمُنَاصَحَةُ أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَلُزُومُ جَمَاعَتِهِمْ .."
"Tiga hal yang bisa menghalangi kedengkian dalam hati seorang muslim; keikhlasan beramal karena Alloh, menasehati pemimpin kaum muslimin, dan berpegang kepada jama'ah kaum muslim."
(HR. Turmudzi)
Imam ibnul Qayyim mengatakan, “Maksudnya adalah bahwa tidak akan ada dalam hatinya kedengkian, sifat ini tidak akan ada bersama ketiga perkara tersebut, bahkan ketiganya akan menghilangkan membersihkan, mengeluarkan rasa dengki itu dari dalam hati, adapun yang paling parah adalah hati yang dirasuki kesyirikan dan keculasan, keluar dari jama`ah dengan melakukan amalan bid'ah dan kesesatan, obat yang akan mengelurkan kotoran itu adalah dengan memurnikan keikhlasan dan nasehat serta mengikuti sunnah.”
Keempat : Merubah yang Biasa Menjadi Bernilai Ibadah
Ikhlas dapat menaikkan derajat amalan dunia murni, menjadikannya sebagai ibadah yang berpahala. Sebagaimana tersebut dalam hadits Rasulullah saw
وفي بضع أحدكم صدقةٌ، قالوا: يا رسول الله أيأتي أحدنا شهوته، ويكون له فيها أجرٌ ؟ قال: أرأيتم لو وضعها في حرامٍ أكان عليه وزرٌ ؟ فكذلك إذا وضعها في الحلال كان له أجرٌ. رواه مسلم.
“...Dan bahkan dalam bersetubuhnya seseorang dari kalian itupun sedekah." Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah apakah seseorang dari kita yang mendatangi syahwatnya itu juga memperoleh pahala?"
Beliau s.a.w. bersabda: "Apa pendapat kalian, jikalau syahwat itu dilampiaskan dalam sesuatu yang haram, apakah orang itu memperoleh dosa ? Maka demikian itu pulalah, jikalau ia menempatkan syahwatnya dalam hal yang dihalalkan, maka iapun memperoleh pahala." (HR. Muslim)
Imam Nawawi memberikan penjelasan, hadits ini menunjukkan bahwa perkara yang mubah bisa berubah menjadi ketaatan dengan niat shadaqah, dan hubungan suami istri juga bernilai ibadah jika diniatkan untuk memenuhi kebutuhan pasangan dan mempergaulinya dengan cara yang ma’ruf sebagaimana perintah Alloh swt atau mengharap lahirnya anak yang shalih atau demi menjaga diri dari hal yang diharamkan …”
Demikianlah selama seseorang dengan imannya melakukan sesuatu hanya mengharap ridha-Nya dan ikhlas karena-Nya, maka gerakannya, diamnya, tidur dan terjaganya akan dinilai sebagai ibadah kepada Alloh swt. Demikianlah hadirin sekalian, keikhlasan itu dapat mengubah yang biasa menjadi luar biasa.
Kelima : Terkabulkanya Do’a
Dalam hadits yang menjelaskan tentang kisah tiga orang yang tersekap di dalam gua karena pintu masuknya tertutup oleh runtuhya batu besar, maka mereka bertiga mengatakan,”Sesungguhnya yang bisa menolong kita dari batu besar ini tak lain adalah dengan cara berdo’a kepada Alloh dengan perantaraan amal shalih . Maka masing-masing dari ketiga orang tersebut berdo'a dengan menyebutkan amal sholih yang pernah mereka lakukan ,”Yaa Alloh jika waktu itu aku melakukan hal tersebut karena semata-mata berharab ridha-Mu(ikhlas karena-Mu), maka keluarkanlah kami dari tempat ini”. Maka batu basar itupun bergeser dan mereka bertiga bisa keluar dari dalam gua tersebut”. Hadits ini termaktup dalam kitab shahih Bukhori dan shahih Muslim.
Keenam : Menjadi Kuat dihadapan Syetan
Syetan tidak akan banyak melancarkan godaan dan rayuannya, karena Alloh swt akan menjaga pribadi yang mukhis. Sebagaimana firman Alloh yang menggambarkan ucapan Syetan,
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الأَرْضِ وََلأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلاّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

”Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat, pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".( QS. Al-Hijr :39-40)
Sulaiman Ad-Daraniy dalam Tahdzibul Madarij mengatakan bahwa jika seorang hamba mengikhlaskan dirinya karena Allah swt maka akan terputus sekian banyak rayuan syetan yang menggodanya demikian pula sifat riya'.

Ketujuh : Memperoleh Pahala Walau Tidak Sanggup Melakukan Amal

Yang memiliki niatan ikhlas terkadang tidak mampu melakukan perbuatan baik yang sangat ingin ia lakukan, bisa jadi karena sedikitnya harta atau  kesehatannya yang kurang mendukung. Namun Allah swt Maha Tahu akan semangat besarnya untuk bisa melakukan kebaikan tersebut, maka Alloh swt akan mendudukkan mereka yang berniat shalih pada kedudukan orang-orang shalih, yang sangat ingin berjihad pada kedudukan para mujahidin karena impian besarnya dan ketulusan niatnya mampu mengalahkan keterbatasan sarana yang dimilikinya.
Sebagian shahabat dulu ada yang bersikeras untuk ikut dalam bejihad, namum karena sarana tidak mencukupi Rasulullah belum memberikan kesempatan itu kepada mereka, tentang mereka ini Alloh swt menurunkan firman-Nya
وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلاّ يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ
“Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata Karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. (QS At-Taubah : 92)
Semangat yang begitu besar untuk berkorban, keimanan yang begitu kokoh dan keikhlasan yang begitu tulus, membuat Rasulullah saw berkata kepada segenap pasukan
إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالاً مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلاَ قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلاّ كَانُوا مَعَكُمْ حَبَسَهُمْ الْمَرَضُ . و في رواية المسلم إِلاّ شَرِكُوكُمْ فِي الأَجْرِ

"Sesungguhnya di Madinah itu ada beberapa orang lelaki yang engkau semua tidak menempuh suatu perjalanan dan tidak pula menyeberangi suatu lembah, melainkan orang-orang tadi ada besertamu - yakni sama-sama memperoleh pahala - mereka itu terhalang oleh sakit - maksudnya andai kata tidak sakit pasti ikut berperang." dalam riwayat lain dijelaskan: "Melainkan mereka - yang tertinggal itu – berserikat denganmu dalam hal pahalanya." (Riwayat Muslim)
Hadirin yang dirahmati Alloh…
Demikianlah tujuh dari sekian banyak buah keikhlasan, tentunya masih banyak buah dari keikhlasan seorang hamba dalam beribadah kepada Alloh swt, termasuk mendapat cinta-Nya dan dianugerahi syurga-Nya. Semoga kita dimudahkan dalam upaya memurnikan niat dalam beraktifitas baik, sehingga kita hamba-hamba-Nya yang Mukhlis.

/4bby
Photobucket

Informasi Yayasan La Tansa Salaf Kirim Email :

Mutiara Hadist


Dari Zainab, isteri Abdullah r.a., katanya ketika dia berada dalam masjid, Nabi saw. bersabda: "Bersedekahlah, walaupun dengan pakaianmu!" Zainab biasa berbelanja untuk Abdullah (suaminya) dan untuk anak yatim yang dipeliharanya. Dia berkata kepada Abdullah, "Cubalah tanyakan kepada Rasulullah saw. Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk Tuan dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku?" Jawab Abdullah, " Engkau sendirilah yang bertanya kepada beliau." Lantas aku pergi kepada Rasulullah saw. Kebetulan di pintu saya bertemu dengan seorang wanita Ansar, yang maksudnya sama dengan aku. Sementara itu Bilal lalu di samping kami, lalu kata kami kepadanya, "Tolong tanyakan kepada Nabi saw.: Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk suami dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku? Kami pesankan pula kepadanya, supaya jangan dikhabarkan kepada Nabi saw. bahawa kami yang bertanya."Bilal terus masuk lalu menanyakan pesan Zainab itu kepada Nabi.Tanya beliau, "Siapa wanita yang berdua itu?" Jawab Bilal, "Zainab!" Tanya Nabi lagi, "Zainab yang mana'?" Jawab Bilal, "Zainab, isteri Abdullah. " Sabda Nabi saw., "Ya, cukup! Dia mendapat dua pahala, Yakni pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." ( Hadist Sahih Bukhori )

Dari Abu Dzar r.a., katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka solat seperti solat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimah tasbih adalah sedekah; setiap kalimah takbir adalah sedekah; setiap kalimah tahmid adalah sedekah; setiap kalimah tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah; bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah." Tanya mereka, "(Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat (sex) kami?" Jawab Rasulullah saw., "Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa. Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapat pahala.
ans!!