salam Pictures, Images and Photos
bismillah Pictures, Images and Photos

Kejujuran

Banyak orang terjebak ke dalam pola hidup yang diwarnai oleh berbagai kedustaan atau kebohongan. Mereka menganggap bahwa kejujuran membawa mereka kepada kehancuran. Kebohongan merajalela dan kejujuran menjadi barang langka. Pada saat seperti inilah, ketika jujur menjadi barang langka umat Islam mestinya kembali menyemaikan jujur di dalam diri mereka masing-masing, sehingga mereka memiliki keunggulan kompetitif dibanding orang lain. Keunggulan kompetitif yang berupa sifat jujur akan menjadi daya tarik tersendiri di dalam berdakwah.

Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang mengada-adakan dusta
terhadap Alloh, sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Alloh tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (QS 61: 7)

Banyak orang terjebak ke dalam pola hidup yang diwarnai oleh berbagai kedustaan atau kebohongan. Mereka menganggap bahwa kejujuran membawa mereka kepada kehancuran. Kebohongan merajalela dan kejujuran menjadi barang langka. Pada saat seperti inilah, ketika jujur menjadi barang langka umat Islam mestinya kembali menyemaikan jujur di dalam diri mereka masing-masing, sehingga mereka memiliki keunggulan kompetitif dibanding orang lain. Keunggulan kompetitif yang berupa sifat jujur akan menjadi daya tarik tersendiri di dalam berdakwah.
Seorang penjual bensin eceran tertegun, terpesona terhadap pembelinya ketika pembeli mengembalikan kelebihan uang kembalian. Mestinya dia cukup memberikan uang kembalian Rp 10.000,- tetapi karena mengira uang yang diberikan kepadanya lima puluh ribuan maka dia memberikan uang kembalian Rp 40.000,- untuk dua liter bensin. Tetapi karena kejujurannya pemuda tadi spontan mengembalikan kelebihannya yang Rp 30.000,-. Dari wajah penjual bensin tercermin kekaguman dan rasa terima kasih yang dalam. Semua orang suka berurusan dengan orang jujur. Semua orang merasa aman berhadapan dengan orang jujur. Semua orang lebih suka mempercayakan amanat kepada orang jujur. Secara fitri tidak ada orang yang suka dibohongi. Tidak ada orang yang suka memberikan kepercayaan kepada orang yang suka bohong. Semua orang khawatir berurusan dengan orang bohong. Maka mengapa banyak orang bohong dan sedikit sekali orang yang jujur?
Rasulullah saw berpesan bahwa wajib atas kamu jujur, karena jujur membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa ke sorga. Sudah tiba saatnya, sekarang untuk kembali menumbuhkan sifat-sifat mulia yang ditanamkan Alloh di dalam hati manusia, termasuk jujur. Orang yang jujur akan dicintai teman dan disegani lawan. Orang yang jujur akan dipercaya atasan dan dihormati bawahan. Hanya orang jujurlah yang dapat memegang amanat dengan baik. Karena kejujurannya dia akan menunaikan amanat sebaik-baiknya. Dia tidak akan berkhianat, karena khianat sama dengan tidak jujur kepada diri sendiri, pemberi amanat, dan Tuhan. Berbekal jujur, orang akan lebih mudah untuk menumbuhkan sifat-sifat mulia yang lain. Maka hampir dapat dipastikan bahwa terminal akhir bagi orang yang jujur adalah keberhasilan. Orang yang hidupnya dihiasi dengan kejujuran karena Alloh, maka Alloh akan menunjuki dan membimbingnya menuju sorga.
Memang orang yang jujur akan menghadapi resiko berupa cacian, kebencian, fitnah dan permusuhan dari orang di sekitarnya. Tapi yakinlah orang yang membenci orang yang jujur itu berarti orang yang buruk akhlaknya. Asal dia terus konsisten dan konsekuen dengan kejujurannya sudah pasti Allah swt akan mendatangkan kemenangan baginya. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai kita bergeser sedikitpun dari sifat jujur ini, karena sifat ini yang akan mendatangkan kemujuran, bukan kehancuran.
Mari kita mulai menumbuhkan jujur ini dari diri kita sendiri, bersikap jujur kepada diri kita sendiri. Kalau kita sudah berikrar sebagai orang Islam mari kita jujur kepada keislaman yang sudah kita yakini di dalam hati. Kita tunaikan kewajiban kita sebagai orang Islam sebaik-baiknya dan minta hak kita di hadapan Allah nanti. Jujur saja, sebagai orang Islam kita tidak suka dibohongi, maka mari kita tidak berbohong kepada siapapun. Jujur saja, sebagai juragan kita tidak suka melihat pegawai kita malas, maka mari kita tidak malas dalam situasi dan kondisi apapun. Jujur saja, kita tidak suka melihat orang menggunjing, maka mari kita tidak menggunjing.
Lalu kita kembangkan untuk jujur kepada Alloh. Kalau Alloh memerintahkan kita untuk menegakkan sholat, maka mari kita tegakkan sholat dalam situasi dan kondisi apapun. Kita tegakkan sholat ketika kita kuliah. Kita tegakkan sholat ketika kita bekerja. Kita tegakkan sholat ketika kita berdagang. Kita hiasi seluruh aktivitas kita dengan sholat kita. Kita hadirkan Alloh yang kita sembah dalam sholat kita dalam seluruh desah nafas kita. Di sisi lain kalau Alloh tidak suka melihat kita berbuat bid'ah, maka mari kita fahami apa yang namanya bid'ah itu, lalu kita hindari bid'ah dalam ibadah termasuk dalam sholat selama-lamanya. Jujur kita kepada Alloh akan mengundang kasih sayang-Nya kepada kita semua.
Berikutnya jujur kepada keluarga, jujur kepada karib kerabat, teman dan sahabat dan jujur kepada semua orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal. Kepada orang kafirpun sudah selayaknya kalau kita berlaku jujur. Alangkah indahnya bila bangsa ini dapat melakukan pertaubatan nasional untuk berhenti dari kebohongan dan memasyarakatkan kejujuran. Politikus bohong, bertaubat. Birokrat bohong bertaubat. Anggota Dewan bohong bertaubat. Ekonom bohong bertaubat. Koruptor, manipulator, semua yang kotor-kotor bertaubat. Karena taubat, lalu memilih jujur dari pada bohong, maka hati mereka menjadi bersih. Atas nama jujur karena Alloh mereka berhenti dari bohong, berhenti dari malas, dan segala perilaku yang kontra produktif. Maka efisiensi di segala lini akan meningkat. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat bangsa ini insya Alloh akan meraih kemajuan dengan pesat. Nunggu apalagi? Mari segera mulai, mulai sekarang dan mulai dari diri kita sendiri. Kita serukan kepada semua orang bahwa ORANG JUJUR INSYA ALLOH AKAN MUJUR.
Photobucket

Informasi Yayasan La Tansa Salaf Kirim Email :

Mutiara Hadist


Dari Zainab, isteri Abdullah r.a., katanya ketika dia berada dalam masjid, Nabi saw. bersabda: "Bersedekahlah, walaupun dengan pakaianmu!" Zainab biasa berbelanja untuk Abdullah (suaminya) dan untuk anak yatim yang dipeliharanya. Dia berkata kepada Abdullah, "Cubalah tanyakan kepada Rasulullah saw. Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk Tuan dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku?" Jawab Abdullah, " Engkau sendirilah yang bertanya kepada beliau." Lantas aku pergi kepada Rasulullah saw. Kebetulan di pintu saya bertemu dengan seorang wanita Ansar, yang maksudnya sama dengan aku. Sementara itu Bilal lalu di samping kami, lalu kata kami kepadanya, "Tolong tanyakan kepada Nabi saw.: Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk suami dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku? Kami pesankan pula kepadanya, supaya jangan dikhabarkan kepada Nabi saw. bahawa kami yang bertanya."Bilal terus masuk lalu menanyakan pesan Zainab itu kepada Nabi.Tanya beliau, "Siapa wanita yang berdua itu?" Jawab Bilal, "Zainab!" Tanya Nabi lagi, "Zainab yang mana'?" Jawab Bilal, "Zainab, isteri Abdullah. " Sabda Nabi saw., "Ya, cukup! Dia mendapat dua pahala, Yakni pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." ( Hadist Sahih Bukhori )

Dari Abu Dzar r.a., katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka solat seperti solat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimah tasbih adalah sedekah; setiap kalimah takbir adalah sedekah; setiap kalimah tahmid adalah sedekah; setiap kalimah tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah; bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah." Tanya mereka, "(Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat (sex) kami?" Jawab Rasulullah saw., "Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa. Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapat pahala.
ans!!