salam Pictures, Images and Photos
bismillah Pictures, Images and Photos

Musibah Tanda Kasih Alloh Ta'ala

Dalam melalui sisa2 kehidupan di dunia ini, memang menjadi lumrah bagi seseorang manusia itu untuk didatangkan dengan bermacam musibah. Adakalanya terlalu berat untuk dihadapi hinggakan hampir2 kita tersungkur rebah. Mujurla iman secebis yang masih bersisa membisikkan kembali kata2 pengharapan. Jika tidak kerana iman yang masih bersisa pastilah sudah terjerumus ke lembah kemaksiatan.

Berapa ramai orang yang ketika ditimpakan Allah SWT dengan suatu macam musibah menerimanya dengan negatif. Musibah yang menimpa itu dianggap sebagai sengaja untuk menyeksa dirinya lantas ia membenci Tuhan dan menuduh tidak bersifat Adil dan Kasih pada dirinya. Malah lebih teruk lagi hingga sanggup menolak semua sifat2 suci kemuliaan Allah Ta'ala dan tanpa segan silu meninggalkan ketaatan serta melakukan kemaksiatan.

Sikap sebegini adalah sikap yang salah dan sangat membahayakan diri. Orang2 yang tiada iman dihatinya akan mudah sekali terpesong, waktu ujian menimpa hatinya menjadi gelisah, kacau lalu datanglah bermacam persoalan dalam hatinya yang berkecamuk menambahkan lagi parah penyakit dalam rohaninya. Semakin menderitalah jiwanya, mula mencari ketenangan dalam jalan rekaannya sendiri yang akhirnya memakan diri. Orang seperti ini akan rugi baik di dunia mahupun di akhirat.

Namun begitu, terdapat juga sebahagian manusia yang memandang musibah itu dengan positif dan menerimanya dengan hati yang terbuka. Tiada sedikitpun dihatinya rasa kecewa dan segala macam lagi perasaan negatif. Apatah lagi tuduhan-tuduhan buruk yang dilemparkan pada Tuhannya. Tiada sedikitpun rasa marah di hatinya terhadap penderitaan yang ditanggungnya. Sebaliknya yakin ada hikmah yang tersembunyi yang telah Allah Ta'ala nantikan buatnya.

Hatinya merasa tenang walau diuji dengan penderitaan.Padanya hanya Tuhan lah selayaknya tempat untuk mengadu dan bergantung harap.Tatkala orang lain sibuk menangisi nasib dia pula sibuk dengan merintih pada Tuhannya memohon kekuatan dan ketetapan iman. Ujian yang tiba rupanya membawanya lebih dekat dengan Tuhannya. Semakin berat dugaan yang tiba semakin bertambah keyakinan/keimanannya pada Allah Ta'ala. Hinggakan dia merasakan rindu pada musibah disaat dia kesenangan, takut dengan nikmat yang dirisaukan akan membunuh rasa cintanya pada Tuhan.

Begitulah yang berlaku pada mereka yang tinggi keimanannya,seperti iman para nabi, rasul,para sahabat, salafussoleh,para auliya' dan ulama2 serta insan2 yang tinggi darjatnya di sisi Allah Ta'ala. Segala2 yang menimpa pada diri dikembalikan pada Allah Ta'ala. Matlamat penghidupan mereka hanyalah untuk meraih cinta dan keridhaanNya. Kehidupan yang dilalui penuh dengan penderitaan yang tidak sebanding langsung dengan apa yang kita alami kini.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Luar biasa betul keadaan orang-orang yang beriman, semua urusannya adalah kebaikan. Tidak ada manusia yang menyamai orang yang beriman apabila ia beroleh kesenangan ia bersyukur, maka ia mendapat balasan pahala. Apabila ia ditimpa musibah, lalu ia bersabar, maka ia diberikan pahala." (HR Muslim)

Hakikatnya, setiap musibah yang datang itulah sebenarnya tanda kasih syang Allah Ta'ala pada kita hambaNya. Setiap musibah yang datang sebenarnya tanda Allah Ta'ala merindukan kita dan mahu kita dekat padaNya. Kadangkala didatangkan derita sebagai peringatan untuk kita meninggalkn maksiat dan kembali padaNya. Kadangkala disakitkannya pula kita agar kita merintih dan mengadu kesakitan itu hanya padaNya. Begitulah nilai kasih Allah Ta'ala yang tak ternilai dan tak terucap dengan sebarang kata2. Bagaimana mungkin Sang Ar Rahman dan Ar Rahim yng memiliki dan menciptakan segenap rasa kasih dan sayang menyiksa makhluk2 yang paling dikasihiNya?

Oleh itu ingatlah sentiasa dalam jauh lubuk hati ini tanamkan, walau sebesar mana pun ujian yang hadir,walau apa pun yang menimpa kita dalam hidup ini hendaklah kita kembali pada agama,kembali mendapatkan iman dan kembalilah pada Allah Ta'ala. Disitulah ketenangan sebenar yang akan kita temui akhirnya. Ketenangan yang Hakiki yang tidak akan pernah mengecewakan.

"Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir". (Al Baqarah, 286
Photobucket

Informasi Yayasan La Tansa Salaf Kirim Email :

Mutiara Hadist


Dari Zainab, isteri Abdullah r.a., katanya ketika dia berada dalam masjid, Nabi saw. bersabda: "Bersedekahlah, walaupun dengan pakaianmu!" Zainab biasa berbelanja untuk Abdullah (suaminya) dan untuk anak yatim yang dipeliharanya. Dia berkata kepada Abdullah, "Cubalah tanyakan kepada Rasulullah saw. Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk Tuan dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku?" Jawab Abdullah, " Engkau sendirilah yang bertanya kepada beliau." Lantas aku pergi kepada Rasulullah saw. Kebetulan di pintu saya bertemu dengan seorang wanita Ansar, yang maksudnya sama dengan aku. Sementara itu Bilal lalu di samping kami, lalu kata kami kepadanya, "Tolong tanyakan kepada Nabi saw.: Cukupkah apa yang saya belanjakan untuk suami dan anak yatim yang saya pelihara sebagai sedekah daripadaku? Kami pesankan pula kepadanya, supaya jangan dikhabarkan kepada Nabi saw. bahawa kami yang bertanya."Bilal terus masuk lalu menanyakan pesan Zainab itu kepada Nabi.Tanya beliau, "Siapa wanita yang berdua itu?" Jawab Bilal, "Zainab!" Tanya Nabi lagi, "Zainab yang mana'?" Jawab Bilal, "Zainab, isteri Abdullah. " Sabda Nabi saw., "Ya, cukup! Dia mendapat dua pahala, Yakni pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." ( Hadist Sahih Bukhori )

Dari Abu Dzar r.a., katanya beberapa orang sahabat Nabi saw. pernah berkata kepada beliau, "Kaum hartawan dapat memperoleh pahala yang lebih banyak. Mereka solat seperti solat, puasa seperti kami puasa, dan bersedekah dengan sisa harta mereka." Jawab Nabi saw., "Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara untuk kamu bersedekah? Setiap kalimah tasbih adalah sedekah; setiap kalimah takbir adalah sedekah; setiap kalimah tahmid adalah sedekah; setiap kalimah tahlil adalah sedekah; amar ma'ruf dan nahyi munkar (mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada yang mungkar) adalah sedekah; bahkan pada kemaluanmu pun terdapat pula unsur sedekah." Tanya mereka, "(Kalau begitu), dapat pahalakah kami bila kami memuaskan nafsu syahwat (sex) kami?" Jawab Rasulullah saw., "Kalau kamu melakukannya dengan yang haram, tentu kamu berdosa. Sebaliknya bila kamu lakukan dengan yang halal, kamu dapat pahala.
ans!!